Jumat, 06 Februari 2015

This is My Desire

Ku terdiam dalam rasa
Menunggu sebuah keajaiban..
Ketika purnama menjelang
Berharap IA menghadirkan datangnya Harapan

Gerimis turun begitu indah
Inginku ia basahi hampa
Agar sang kembang yang layu bermekaran kembali

Kini …
Yang ku bisa hanya menanti..
Fatamorgana menjadi imajinasi nyata yang dicari..

Pagi tiba dengan titikan embun,
Surya merekah membangunkan impian,.
Bersedia taburkan melati di taman hati..

Agar hati nian Indah..
Elok ......
Harum senantiasa menanti

  • Samuel Harsono, Mujijat masih ada disini, sekarang ini,asal kita mempunyai iman sebesar biji sesawi -pun.
Pf. 17 Oktober 2013
 

Amarah Yang Membuat Susah


Pf. 28 Oktober 2013
Marah atau amarah, sebuah sifat yang kadang jauh dari kebaikan. 

Semua orang bisa marah tapi semua orang tidak mau dimarahi atau bahkan melihat orang marah-marah. Rasa marah harus benar-benar dijauhi, karena sesungguhnya amarah yang muncul dari dalam diri kita hanya akan menjadikan diri kita hina, karena apa ?, karena akan mengharuskan kita minta maaf atas sebuah amarah yang kita keluarkan.

Kemarahan hanya akan mengobarkan kembali rasa dendam yang sudah dipendam dan selanjutnya akan melahirkan dendam-dendam baru, dan ini akan menggiring kita pada kedengkian. Setiap karakter individu memiliki sifat kemarahan yang berbeda-beda, kemarahan orang bijak terletak pada perbuatannya sedangkan kemarahan orang jahil pada ucapannya. Orang bijak ketika marah maka nampak pada perilakunya, ia cenderung diam, karena ia tahu bahwa dalam kondisi emosi maka akan lebih baik untuk tidak mengambil keputusan apapun, termasuk ucapan. Beda halnya dengan orang jahil, begitu marah maka umpatan kata-kata kasar akan keluar dari mulutnya yang menandakan bagaimana cara ia dalam berpikir dan beretika.

Ada yang berpendapat bahwa amarah merupakan salah satu jenis kegilaan, karena ketika kita dikuasai oleh amarah kadang kita telah bisa diri. Diibaratkan sebuah penyakit, orang yang marah-marah mungkin bisa disebut penderita, dan ia akan merasakan penyesalan setelah marah-marah. Apabila seseorang tidak merasa menyesal setelah ia marah, maka itu berarti gilanya telah pemanen. Bahkan ada pula yang bilang, “orang yang tak dapat menahan diri dari marah, maka ia telah mempercepat kematiannya”.

Ibarat lain marah adalah api yang berkobar; orang yang berusaha menekan amarahnya berarti berusaha memadamkan api, dan orang yang mengumbarnya adalah orang yang terbakar didalamnya, dan itu berarti pula bisa membesarkan api-api (amarah) lain yang terpengaruh oleh api amarahnya. Kita harus benar-benar terus berjaga dari jilatan api amarah, senantiasa selalu kita persiapkan air kesabaran untuk melawan api amarah tersebut.

Orang yang tidak mampu menguasai amarahnya, maka hampir bisa dipastikan tak dapat menguasai pikirannya. Seseorang yang masih bisa mengendalikan dirinya meskipun masih dalam desakan amarah dan penuh kesabaran, insya Allah, Allah akan memenuhi hatinya dengan ketenangan dan keimanan.

Para pemikir dan orang-orang bijak berpendapat, bahwa orang yang gagah itu bukanlah orang yang gagah di dalam medan pertempuran, melainkan orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika ia marah. 

Semoga hati dan pikiran kita terus terjaga dari amarah…. Amiiin.

Jangan Pernah Lari

Jangan pernah lari dari Masalah, karena masalah akan slalu mengikuti kita... 

Hadapilah masalah dengan ramah dan lapang dada, maka masalah pasti akan segera meninggalkan kita...

2 Timotius 1:7, 
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Dan JANGAN membiarkan rasa takut menguasai dirimu. "Imanmu harus lebih kuat dari rasa takutmu", itulah pelajaranmu, Karena TUHAN senantiasa LEBIH KUAT dari kekuatan negatif. 

"Jadi jika kamu bersama TUHAN, kamu tidak perlu merasa takut."
IMMANUEL....

Pf. 15 November 2013

Badai Kebaikan

"Jangan kamu kalah terhadap kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" 
( Roma 12 : 21 )

Dunia ini makin pekat dengan kejahatan. 

Tiap hari semua pikiran dan ide jahat diucapkan bahkan dikerjakan. Apa yang harus kita lakukan? Ada dua hal yang harus kita buat :
Jangan menyumbang kejahatan lewat perkataan, kepahitan dan kemarahan sehingga membuat dunia kita makin kotor dan jahat.

Kalahkan kejahatan dengan kebaikan. 

Ini sebuah solusi yang ajaib walaupun kelihatannya lemah. Tidak lagi mata ganti mata, caci maki balas caci maki. Tapi mari nyatakan semua kebaikan Tuhan terhadap sesama. Berkati dan jangan mengutuki. Ampuni dan buang dendam serta sakit hati.
Ciptakan badai kasih, badai kebaikan, maka semua akan menjadi satu dan ajaib. Puji Tuhan. Sekejam apapun yang kau lewati, pasti ada harapan baru.

JANGAN PERNAH MENYERAH!!

Dibalik Kehendak Memuliakan Diri


Nats : Galatia 6:7.
"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."

Didalam Gereja Tuhan bila gembala dan jemaat memiliki gaya hidup "TAKUT AKAN TUHAN" dan jujur didalam ketulusan yang dilandasi hati yang murni....
Semata-mata hanya karena mengasihi DIA dan demi kemuliaan nama serta kebesaran Kerajaan-NYA.... 

Tanpa terkontaminasi dan bernuansa "Politik Rohani dibalik kehendak memuliakan diri"..... Maka Gereja Tuhan akan menjadi lumbung Roh Kudus berkarya dengan kedahsyatan yang spektakuler........

Kegerakan besar akan terjadi; petobat baru akan datang berduyun duyun, mujizat, kesembuhan, pemulihan, pelepasan atas ikatan dosa / belenggu kuasa kegelapan akan teralami ..... Sebuah ibadah yang berkenanan dihati Bapa sorgawi apabila didalam ibadah tsb memiliki sikap hati yang benar ,tulus dan kudus!

Warning !
Kita sebagai bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, Janganlah sekali-kali mencoba untuk "MENCURI / MENEBENG / MEMBONCENG KEMULIAAN ALLAH"

Galatia 5:24-26

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.



Pf. 20 November 2013
 

HIDUP dan MATI

Hidup adalah Sebuah Kesempatan dan Mati adalah Sebuah Penentuan. 

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." 
(Pengkhotbah 3:1).

"Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat." (Amos 5:13).

"dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:16).

"Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada." (Kolose 4:5).

"Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu." 
(Wahyu 3:3).

Oleh sebab itu pergunakanlah waktumu yang ada, sebaik dan sebijaksana, selagi ada kesempatan kita masih hidup !!!....
Kiranya Tuhan menolong kita semua..

Pf. 25 November 2013

Rabu, 04 Februari 2015

Cerita Puisi

Pf. 7 Desember 2013
RUMAH SINGGAH

Mungkin namaku rumah singgah.
Cukup "sederhana" yang bisa mendeskripsikan aku.
Tanpa "istimewa" yang mengekor.
Tak seperti gedung pencakar langit,
Yang menjulang jauh diatasku.
Aku tenggelam di lautan seribu bayangan.
Bayang bangunan megah-megah mendekap.

Pf. 5 Desember 2013
MELAYANI ?

Jika kita membiarkan-Nya,
Ia akan menggunakan bibir kita untuk menyebarkan kebenaran,
Cara hidup kita untuk menunjukkan jalan,
dan cinta kita untuk memberi sesama sebuah kehidupan.

Dan pekerjaan-pekerjaan-Nya akan diselesaikan
Kita akan lebih jauh melewati apa yang telah Ia lakukan
Didalam tiga tahun-Nya yang singkat
Pelayanan bagi SESAMA.

Banyak orang kelaparan diberi makan,
Banyak orang sakit disembuhkan,
Banyak buku akan ditulis.

YOHANES 14:11-12
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;